SlideShow

1
0

Nazi di Bogor

Karena pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang maka tidaklah heran kalau di Indonesia terdapat banyak makam eks tentera Belanda dan Jepang. Akan tetapi, ternyata bukan hanya makam eks tentara Belanda dan Jepang yang ada di Indonesia, ternyata juga terdapat makam tentara Jerman atau Nazi. Makam delapan tentara Jerman tersebut terletak di sebuah pegunungan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.


Tugu Makam para Tentara Jerman yang gugur dalam perang dunia I di sebuah pegunungan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Tugu di pintu masuk makam sebagai peringatan para tentara Jerman yang gugur dalam Perang Dunia II.


Makam yang terdapat disini adalah makam para tentara Jerman (Nazi) yang gugur dalam PD II. Areal pemakaman tentara Jerman di Kampung Arca Muncang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Bogor.

Ini adalah makam salah satu dari tentara Jerman/nazi tersebut

Deretan makam para tentera nazi
0

Akhir Pekan

Sabtu & Minggu dateng lagi. waktunya santai. hahaha
0

haha

UHB selesai, tapi nilainya tanda tanya besar.
0

UHB 1

Buat kawan2 yang besok UHB. Jangan terlalu dipikirin. Dibawa santai aja. Oke coy!
0

Searching Vespa

Yang tau tempat jual vespa tahun 1960 - 1965 atau yang mau jual tolong komen di posting ini. Sekalian kasih tau harganya berapa. Jangan mahal - mahal bray. Oke?
0

Sejarah Vespa


Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio.Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbangnya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.

Bangkit

Enrico Piaggio mengambil alih perusahan ayahnya (Rinaldo). Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia. Kemudian bergabunglah Corradino D’Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio. D’Ascanio membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque” atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain. Saat melihat kendaraan itu, Enrique Piaggio berkata “ Sambra Una Vespa” ( terlihat seperti Tawon ). Frame depan dirancang untuk melindungi pengendara dari debu jalanan. Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950, vespa telah diproduksi di German, Great Britain, Prancis, Belgia, Spanyol dan tentu di Italia. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia.

0

New Found Glory


New Found Glory (formerly A New Found Glory) is an American rock band from Coral Springs, Florida, formed in 1997. Founding members were lead vocalist Jordan Pundik, guitarists Chad Gilbert and Steve Klein, bassist Ian Grushka and drummer Joe Moreno. Current drummer Cyrus Bolooki replaced Moreno after only a handful of shows and the lineup has since remained unchanged.[2] Their brand of music is said to have been drawn from influences such as punk revival bands Green Day and NOFX, to hardcore acts like Hatebreed and Madball.[3][4] The band are noted for their blend of pop melodies with the energy and fast tempos of classic punk rock.[5] Subsequently, they are now widely regarded as a key pioneer in the fusion genre of pop punk.[6][7][8][9][10] Also noted for their energetic live performances,[11][12][13] the fivesome have garnered a devout following over the course of their career.

After releasing a home recorded EP, It's All About the Girls in 1997, the band started touring around the East Coast area and built a cult following before releasing debut album, Nothing Gold Can Stay (1999). It was distributed on independent label Eulogy Recordings and sold in excess of 300,000 copies. The following year, debut single "Hit or Miss" charted on the US Modern Rock Chart and exposed the band to a wider audience. Their subsequent three studio albums; New Found Glory (2000), Sticks and Stones (2002), and Catalyst (2004) all charted on the Billboard 200 and achieved gold certifications by the RIAA.

After a break from touring, the band worked with Thom Panunzio on their critically acclaimed fifth album, Coming Home (2006). The record drew influences from classic rock and marked a stylistic change that differed largely from their earlier material. After a spell without a contract, the band signed with independent label Bridge Nine Records and released a new EP titled, Tip of The Iceberg (2008). Their sixth and most recent studio album, Not Without a Fight (2009), was recorded and produced by Mark Hoppus before they signed with current label Epitaph Records.